
Ciri khas Jalan Malioboro pada malam hari adalah digelarnya warung-warung lesehan bagi para wisatawan domestik dan masyarakat golongan menengah kebawah. Warung-warung itu digelar didepan Hotel Garuda sampai ke depan perkantoran Pemda Yogya. Warung-warung ini sangat populer karena tarifnya yang miring, namun juga karena hidangan makanannya cukup lezat dan bergizi, mulai dari bebek goreng, ayam goreng, ayam panggang, burung dara goreng, sate, dan tak lupa gudeg Yogya yang enak dimakan.
Karena letaknya didekat Stasion Keretaapi Yogya, maka banyak pula para calon penumpang KA yang menyempatkan makan malam di warung-warung lesehan ini sembari menunggu jam berangkatnya KA ke Jakarta atau ke Surabaya. Salah satunya adalah pasangan muda-mudi JK Morris yang berasal dari Jakarta dan Windia Pintaloka, mahasiswi Fakultas Hukum dari Yogya. Mereka makan malam bersama sambil menunggu Keretaapi jurusan Yogya-Jakarta yang akan berangkat pada pukul 23.00 yang tiba dari Surabaya.
Pengaturan tataruang diberbagai sudut kota Yogya yang rapi dan harmonis ini dapat membuat para wisatawan betah tinggal dan mengunjungi kembali kota Gudeg Yoyakarta. Ini perlu menjadi contoh pengelolaan tataruang di kota-kota lainnya.
No comments:
Post a Comment